Petuah Imam Ghazali
"Carilah hatimu di tiga tempat. Pertama ketika membaca Al-Qur'an, kedua ketika shalat dan ketiga ketika engkau mengingati mati...
Jika pada tiga tempat itu kamu tidak menemukan hatimu, maka mohonlah kepada Allah agar Ia memberimu hati, karena sesungguhnya ketika itu kamu tidak memiliki hati."
Yaa Allah, kami berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', nafsu yang tidak kenyang, mata yang tidak menangis, dan do'a yang tidak dikabulkan."
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Kumpulan Nasehat dan Kata-Kata Bijak dari Berbagai Sumber. Semoga Bermanfaat :)
Sabtu, 23 November 2013
Kamis, 21 November 2013
Keistimewaan Hari Jumat
Keistimewaan Hari Jum'at
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya hari Jum'at adalah penghulu semua hari, di dalamnya Allah azza wa jalla melipatgandakan kebaikan, menghapus keburukan, mengangkat derajat, mengijabah doa, menghilangkan duka, dan menunaikan hajat-hajat yang besar. Hari Jum'at adalah hari Allah menambah jumlah orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Tidak ada seorang pun manusia yang memohon perlindungan di dalamnya dan ia mengenal hak-Nya serta yang diharamkan-Nya, kecuali Allah berhak membebaskan dan menyelamatkan ia dari neraka. Jika ia mati pada hari Jum'at atau malamnya, ia mati syahid dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan aman.Tidak ada seorang pun yang meremehkan apa yang diharamkan oleh
Allah dan menyia-nyiakan hak-Nya, kecuali Allah berhak mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam kecuali ia bertaubat."
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: "Tidak ada terbit matahari yang lebih utama dari hari Jum'at, dan sesungguhnya pembicaraan burung pun jika ia berjumpa dengan yang lain pada hari ini, ia mengucapkan salam, salam kebaikan dan kedamaian."
Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Jika kalian memasuki hari Jum'at, maka janganlah kalian disibukkan oleh sesuatu selain ibadah, karena hari itu adalah hari pengampunan bagi hamba hamba Allah; pada hari Jum'at dan malam Jum'at Allah menurunkan kepada mereka rahmat dan karunia lebih banyak daripada mengambilnya dalam waktu yang singkat."
Wallahua'lam
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya hari Jum'at adalah penghulu semua hari, di dalamnya Allah azza wa jalla melipatgandakan kebaikan, menghapus keburukan, mengangkat derajat, mengijabah doa, menghilangkan duka, dan menunaikan hajat-hajat yang besar. Hari Jum'at adalah hari Allah menambah jumlah orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Tidak ada seorang pun manusia yang memohon perlindungan di dalamnya dan ia mengenal hak-Nya serta yang diharamkan-Nya, kecuali Allah berhak membebaskan dan menyelamatkan ia dari neraka. Jika ia mati pada hari Jum'at atau malamnya, ia mati syahid dan membangkitkan dari kuburnya dalam keadaan aman.Tidak ada seorang pun yang meremehkan apa yang diharamkan oleh
Allah dan menyia-nyiakan hak-Nya, kecuali Allah berhak mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam kecuali ia bertaubat."
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: "Tidak ada terbit matahari yang lebih utama dari hari Jum'at, dan sesungguhnya pembicaraan burung pun jika ia berjumpa dengan yang lain pada hari ini, ia mengucapkan salam, salam kebaikan dan kedamaian."
Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata: "Jika kalian memasuki hari Jum'at, maka janganlah kalian disibukkan oleh sesuatu selain ibadah, karena hari itu adalah hari pengampunan bagi hamba hamba Allah; pada hari Jum'at dan malam Jum'at Allah menurunkan kepada mereka rahmat dan karunia lebih banyak daripada mengambilnya dalam waktu yang singkat."
Wallahua'lam
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Senin, 18 November 2013
Berbakti Kepada Orang Tua
Sesungguhnya hati ini telah dibentuk dan jiwa telah diciptakan untuk mencintai orang yang telah berbuat baik kepadanya, diri manusia merasa bergantung kepada orang yang telah berjasa baik kepadanya. Dan tidak ada yang lebih baik atau lebih besar jasanya setelah Allah terhadap seorang manusia yang melebihi kedua orang tua.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". QS. Al-Isro': 23-24
Dalam kondisi tua, kedua orang tua berada dalam kondisi lemah badan dan akal bahkan bisa jadi hidup dalam usia tua renta, yaitu usia yang bisa menimbulkan kemarahan dan kebosanan kedua orang tua.
Dibutuhkan kesabaran seorang anak merawat beliau.
Dalam kondisi ini, Allah melarang anak bertindak melampaui batas dengan sikap yang kurang sopan bahkan Allah memerintahkan untuk berkata dengan perkataan mulia, dan seorang anak harus merendahkan diri dengan penuh kasih sayang.
Sungguh miris jika ada sebagian anak memperlakukan orang tuanya seperti pembantu, kasar dan suka membentak.
"Ya Rabb, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil"
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". QS. Al-Isro': 23-24
Dalam kondisi tua, kedua orang tua berada dalam kondisi lemah badan dan akal bahkan bisa jadi hidup dalam usia tua renta, yaitu usia yang bisa menimbulkan kemarahan dan kebosanan kedua orang tua.
Dibutuhkan kesabaran seorang anak merawat beliau.
Dalam kondisi ini, Allah melarang anak bertindak melampaui batas dengan sikap yang kurang sopan bahkan Allah memerintahkan untuk berkata dengan perkataan mulia, dan seorang anak harus merendahkan diri dengan penuh kasih sayang.
Sungguh miris jika ada sebagian anak memperlakukan orang tuanya seperti pembantu, kasar dan suka membentak.
"Ya Rabb, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil"
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Senin, 11 November 2013
Baik Sangka Kepada Allah
Nabi NUH belum tahu banjir akan dtg ketika ia membuat kapal & ditertawai kaumnya.
Nabi IBRAHIM blm tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.
Nabi MUSA belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.
Nabi MUHAMMAD Shallallahu 'alaihi wa sallam pun belum Tahu kalau Madinah adalah Kota Tersebarnya Ajaran yang dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah..
Yang Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada perintah Allah dan tanpa berhenti Berharap yg Terbaik...
Ternyata dibalik keTIDAKTAHUan kita, Allah telah menyiapkan SURPRISE saat kita menunaikan perintahNYA.
Pertolongan Allah datang di detik2 terakhir dari usaha Hamba-Nya..
Kalaupun hasil yang kita usahakan masih jauh dari harapan , ga usah kita berkecil hati...
Tetap HUZNUDZON apapun yg terjadi..
Berbaik sangkalah selalu kepada ALLAH...
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Nabi IBRAHIM blm tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya.
Nabi MUSA belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.
Nabi MUHAMMAD Shallallahu 'alaihi wa sallam pun belum Tahu kalau Madinah adalah Kota Tersebarnya Ajaran yang dibawanya saat beliau diperintahkan berhijrah..
Yang Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada perintah Allah dan tanpa berhenti Berharap yg Terbaik...
Ternyata dibalik keTIDAKTAHUan kita, Allah telah menyiapkan SURPRISE saat kita menunaikan perintahNYA.
Pertolongan Allah datang di detik2 terakhir dari usaha Hamba-Nya..
Kalaupun hasil yang kita usahakan masih jauh dari harapan , ga usah kita berkecil hati...
Tetap HUZNUDZON apapun yg terjadi..
Berbaik sangkalah selalu kepada ALLAH...
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Rabu, 06 November 2013
Ringan di Lisan, Berat di Timbangan
Sebuah dzikir yang mudah dirutinkan setiap saat, namun berat di timbangan amalan. Dzikir tersebut adalah bacaan "Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil 'azhim".
"Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu "Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil 'azhim" (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)
Dalam Muqoddimah Al Fath (Fathul Bari), Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan keutamaan hadits tersebut sebagai berikut:
Maksud "dua kalimat" adalah untuk memotivasi berdzikir dengan kalimat yang ringan.
Maksud "dua kalimat yang dicintai" adalah untuk mendorong orang berdzikir karena kedua kalimat tersebut dicintai oleh Ar Rahman (Allah Yang Maha Pengasih).
Maksud "dua kalimat ringan" adalah untuk memotivasi untuk beramal (karena dua kalimat ini ringan dan mudah sekali diamalkan).
Maksud "dua kalimat yang berat di timbangan" adalah menunjukkan besarnya pahala.
Alur pembicaraan dalam hadits di atas sangat bagus sekali. Hadits tersebut menunjukkan bahwa cinta Rabb mendahului hal itu, kemudian diikuti dengan dzikir dan ringannya dzikir pada lisan hamba. Setelah itu diikuti dengan balasan dua kalimat tadi pada hari kiamat. Makna dzikir tersebut disebutkan dalam akhir do'a penduduk surga yang disebutkan dalam firman Allah,
"Do'a mereka di dalamnya adalah: "Subhanakallahumma", dan salam penghormatan mereka adalah: "Salam". Dan penutup doa mereka adalah: "Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin"." (QS. Yunus: 10)
Sumber: Muqqodimah Al Fath, Ibnu Hajar Al Asqolani, hal. 474
Powered by Telkomsel BlackBerry®
"Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu "Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil 'azhim" (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)
Dalam Muqoddimah Al Fath (Fathul Bari), Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan keutamaan hadits tersebut sebagai berikut:
Maksud "dua kalimat" adalah untuk memotivasi berdzikir dengan kalimat yang ringan.
Maksud "dua kalimat yang dicintai" adalah untuk mendorong orang berdzikir karena kedua kalimat tersebut dicintai oleh Ar Rahman (Allah Yang Maha Pengasih).
Maksud "dua kalimat ringan" adalah untuk memotivasi untuk beramal (karena dua kalimat ini ringan dan mudah sekali diamalkan).
Maksud "dua kalimat yang berat di timbangan" adalah menunjukkan besarnya pahala.
Alur pembicaraan dalam hadits di atas sangat bagus sekali. Hadits tersebut menunjukkan bahwa cinta Rabb mendahului hal itu, kemudian diikuti dengan dzikir dan ringannya dzikir pada lisan hamba. Setelah itu diikuti dengan balasan dua kalimat tadi pada hari kiamat. Makna dzikir tersebut disebutkan dalam akhir do'a penduduk surga yang disebutkan dalam firman Allah,
"Do'a mereka di dalamnya adalah: "Subhanakallahumma", dan salam penghormatan mereka adalah: "Salam". Dan penutup doa mereka adalah: "Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin"." (QS. Yunus: 10)
Sumber: Muqqodimah Al Fath, Ibnu Hajar Al Asqolani, hal. 474
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Langganan:
Postingan (Atom)